Dipenghujung 25
Di penghujung dua puluh lima, aku berhenti sejenak. Bukan karena lelah, tapi karena ingin benar-benar merasakan Betapa jauh perjalanan ini membawaku. Banyak hal yang berjalan tak sesuai rencana, banyak juga yang justru datang di luar dugaan. Tapi dari semuanya, aku belajar : Hidup tak pernah salah arah, hanya butuh waktu untuk dipelajari, difahami dan diikhlaskan. Terima kasih, Tuhan, untuk setiap detik yang masih Kau titipkan, untuk napas yang terus berulang, untuk doa yang tak selalu lantang tapi selalu Kau dengarkan. bahkan untuk setiap ingin yang belum sempat kuucapkan, tapi sudah Kau kabulkan. Terima kasih juga, untuk orang-orang yang Kau hadirkan yang menguatkan saat dunia terasa berat, yang menghangatkan hati, menyapa diri saat sepi menyelimuti, yang tidak terlihat, tapi diam-diam mendoakan Mereka adalah bagian dari alasan aku masih bisa tersenyum dan semangat melanjutkan hari. Untuk diriku Terimakasih, Untuk tetap berani di hari-hari yang sunyi. Untuk tidak menyerah saat s...
